Kita lebih ingin orang lain mendengarkan dan memahami apa yang kita ucapkan, apa yang kita rasakan, atau apa yang kita inginkan, tanpa peduli apapun itu situasinya. Sebagai manusia yang derajatnya paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya, kita sering merasa ingin dihormati, ingin dimengerti, atau ingin diakui keberadaannya. Sampai-sampai kita lupa, bahwa kebenaran adalah relatif. Kita bisa saja menilai orang lain salah, atau mengklaim diri kitalah yang paling benar. Hingga semua itu berevolusi menjadi rasa egoisme, emosi, dan berubah menjadi tindakan saling menjatuhkan. Hingga kita melupakan suatu fakta bahwa kita adalah manusia yang sama derajatnya dimata Tuhan. Kita terlalu fokus untuk meyakini kebenaran dan melewatkan realita bahwa manusia saling membunuh dan saling memusuhi karena alasan itu. Padahal faktanya, disamping perbedaan yang seragam itu, manusia memiliki satu kesamaan pasti, yaitu manusia tetaplah manusia yang manusiawi. Lantas mengapa manusia enggan melupakan perbedaan dan bersatu untuk kemanusaiaan yang apa adanya?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar